Sampel Ulat Bulu di Tanjung Duren Akan Diteliti

Sampel Ulat Bulu di Tanjung Duren Akan Diteliti

- detikNews
Kamis, 14 Apr 2011 10:55 WIB
Sampel Ulat Bulu di Tanjung Duren Akan Diteliti
Jakarta - Petugas Dinas Pertanian dan Kelautan Pemprov DKI Jakarta menyemprot pohon-pohon di Tanjung Duren, Jakarta Barat untuk memusnahkan ulat bulu. Selain itu ada sampel ulat bulu yang diambil untuk diteliti.

Pantauan detikcom, Kamis (14/4/2011) tampak seorang petugas mengenakan masker membawa tangki semprotan insektisida. Dia menyemprot satu persatu pohon cemara yang jumlahnya sekitar 50-an tersebut sejak pukul 10.10 WIB.

Menurut Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman dari Dinas Pertanian Pemprov DKI Jakarta, Dahatnanto, penyemprotan ini adalah yang kedua kalinya dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini penyemprotan yang kedua kalinya. Yang pertama dua hari lalu. Tujuannya untuk mematikan ulat. Yang kedua, agar cairan ini dapat terserap oleh tanaman sehingga kalau ulat memakan daun atau kulit pohon itu teracuni, sehingga bisa berpengaruh sama populasinya," kata Dahatnanto di lokasi penyemprotan, Jl Sekretaris, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (14/4/2011).

Saat ini, menurutnya, petugas juga mengambil sampel ulat bulu untuk diteliti di laboratorium Balai Proteksi Perlindungan Tanaman. "Kita juga mengambil sampel ulat bulu untuk dibawa ke laboratorium Balai Proteksi Perlindungan Tanaman untuk mengetahui ulat ini jenisnya apa," ujarnya.

Seletah dilakukan penyemprotan, imbuh Dahatnanto, populasi ulat bulu di Tanjung Duren ini sudah menurun. Dari 60 ekor di tiap pohon, saat ini tinggal satu atau dua ulat bulu saja.

"Kalau kita lihat jumlah populasinya sudah mulai menurun. Kalau kemarin satu pohon ada 60 ekor sekarang tinggal satu dua saja," katanya sambil menambahkan belum bisa memastikan kapan ulat bulu tersebut bisa hilang semuanya.

Ada rencana mau ditebang? "Itu kewenangan Dinas Pertamanan," jawab dia singkat.

(anw/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini