Pantauan detikcom, Kamis (14/4/2011) tampak seorang petugas mengenakan masker membawa tangki semprotan insektisida. Dia menyemprot satu persatu pohon cemara yang jumlahnya sekitar 50-an tersebut sejak pukul 10.10 WIB.
Menurut Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman dari Dinas Pertanian Pemprov DKI Jakarta, Dahatnanto, penyemprotan ini adalah yang kedua kalinya dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, menurutnya, petugas juga mengambil sampel ulat bulu untuk diteliti di laboratorium Balai Proteksi Perlindungan Tanaman. "Kita juga mengambil sampel ulat bulu untuk dibawa ke laboratorium Balai Proteksi Perlindungan Tanaman untuk mengetahui ulat ini jenisnya apa," ujarnya.
Seletah dilakukan penyemprotan, imbuh Dahatnanto, populasi ulat bulu di Tanjung Duren ini sudah menurun. Dari 60 ekor di tiap pohon, saat ini tinggal satu atau dua ulat bulu saja.
"Kalau kita lihat jumlah populasinya sudah mulai menurun. Kalau kemarin satu pohon ada 60 ekor sekarang tinggal satu dua saja," katanya sambil menambahkan belum bisa memastikan kapan ulat bulu tersebut bisa hilang semuanya.
Ada rencana mau ditebang? "Itu kewenangan Dinas Pertamanan," jawab dia singkat.
(anw/fay)










































