Kapolda Sulteng: Em Bukan Pelaku Utama Penembak Jaksa Ferry

Kapolda Sulteng: Em Bukan Pelaku Utama Penembak Jaksa Ferry

- detikNews
Rabu, 09 Jun 2004 20:07 WIB
Palu - Isu polisi salah menangkap Emil (Em) ditampik Kapolda Sulteng Brigjen Taufik Ridha. Kapolda memastikan Emil adalah salah seorang pelaku penembakan Jaksa Ferry Silalahi. Tapi memang bukan pelaku utama.Hal itu dikatakan Kapolda kepada wartawan di Mapolda Sulteng Jalan Sam Ratulangi, Palu, Rabu (9/6/2004). "Memang dia bukan pelaku utama, tapi ada keterlibatan Em secara tidak langsung dengan kasus penembakan tersebut. Artinya kami memiliki cukup bukti untuk melanjutkan proses penahanan bersangkutan," jelas Taufik usai pertemuan dengan KPU, Panwaslu dengan Polda Sulteng di Aula Torabelo, Mapolda Sulteng. Taufik memastikan proses penyidikan tersangka Emil berdasarkan ketentuan Undang-Undang Terorisme. Dia meminta masyarakat harus membedakan mana yang bersifat pemeriksaan, penangkapan atau penahahan. "Untuk pengungkapan kasus ini, polisi akan terus memeriksa kendaraan yang dicurigai dipakai oleh tersangka saat beraksi. Pemeriksaan itu bisa dilakukan dengan penggerebekan, razia-razia secara selektif dan bisa saja terbuka," jelasnya.Polri kata Taufik, memiliki kewenangan untuk memeriksa pihak-pihak yang dicurigai. "Tapi jika ada hal-hal yang perlu diklarifikasi, kita akan klarifikasi," katanya.Saat ditanya soal anggota TNI dari Batalyon Infanteri 711 yang dicurigai dan ditangkap terkait kasus Jaksa Ferry, Kapolda tidak menjelaskan secara rinci. Untuk diketahui, Senin (7/6/2004), seorang anggota TNI berinisial R ditangkap di Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng. Ia ditangkap karena dicurigai menggunakan motor yang digunakan pelaku saat penembakan Jaksa Ferry. Anggota TNI itu dilepaskan pada Selasa (8/6/2004) keesokan harinya.Sementara itu, seperti dilansir pada salah satu harian di Kota Palu, Sulteng, Hamnah, istri Em heran atas penangkapan suaminya. Dia menilai polisi salah tangkap.Dia tidak percaya suaminya tega menembak orang. "Suami saya rajin salat tidak mungkin ia melakukan perbuatan itu," ungkapnya.Sedangkan, Sahlan, salah seorang teman Em memastikan lelaki berusia 29 tahun itu sehari-harinya memang bekerja sebagai penjahit pakaian dan tidak terlibat dalam kasus tersebut. "Saat kejadian, dia bersama saya lagi menonton televisi," ungkap Sahlan. Adakah Em memang terkait kasus itu?. Atau memang polisi salah tangkap?. Kita tunggu perkembangan penyelidikan dan penyidikan polisi selanjutnya. (mar/)


Berita Terkait