100 Hari Berkuasa, SBY Janji Tak Akan Jalan-Jalan ke LN
Rabu, 09 Jun 2004 17:10 WIB
Jakarta - Capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menunjuk juru bicara yang bertugas menjelaskan operasional pemerintahan. Dan dalam 100 hari pemerintahannya, ia tidak akan jalan-jalan ke luar negeri namun fokus akan berkunjung di daerah-daerah terpencil.Hal ini disampaikan SBY usai seminar 'Kepemimpinan Nasional' di gedung WTC Jl. Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (9/6/2004)."Kalau terpilih dalam 100 hari kepemimpinan saya, saya tidak akan jalan-jalan ke luar negeri, saya akan lebih konsentrasi untuk mengunjungi daerah-daerah," kata SBY.Sekadar diketahui, saat mantan Presiden Gus Dur berkuasa dan Presiden Megawati, ramai-ramai dikritik orang karena keseringan pergi ke luar negeri. Padahal masalah di dalam negeri masih banyak yang perlu diprioritaskan. Dalam kabinet nanti, SBY mengaku akan mengikuti langkah mantan Presiden Gus Dur dengan menunjuk seorang juru bicara (jubir), tapi orangnya masih dirahasiakan. "Saya juga akan menunjuk jubir, tugasnya menjelaskan masalah teknis operasional kenegaraan. Tapi yang menyangkut pikiran, strategi, nanti saya ambil tanggung jawab itu sendiri untuk langsung berbicara dengan pers," kata saksi kasus 27 Juli itu. Ia juga berjanji akan menggelar komunikasi rutin satu hingga dua kali sebulan dengan kalangan pers. Pada kesempatan itu, SBY mengaku akan meluaskan koalisi dengan mengajak beberapa partai politik. Namun ia tidak mau menyebutkan karena masih dalam penjajakan.Sementara menyinggung soal konflik di Timika-Papua, SBY menilai, masalah Papua bisa diselesaikan kalau pemerintah mau mengadopsi otonomi khusus secara penuh. Menurut SBY, konsep keppresnya sudah ada tapi sampai sekarang belum juga ditandatangani preseiden. "Saya tidak tahu kenapa, kalau saya terpilih akan menandatangani konsep keppres ini," kata SBY berpromosi.
(dsb/)











































