Wiranto Perintahkan Minta Dana Pamswakarsa ke Setiawan Djodi

Wiranto Perintahkan Minta Dana Pamswakarsa ke Setiawan Djodi

- detikNews
Rabu, 09 Jun 2004 17:11 WIB
Jakarta - Mantan Menhankam/Pangab Jenderal TNI Purn Wiranto disebut pernah memerintahkan minta dana pembentukan Pamswakarsa kepada pengusaha Setiawan Djodi. Berapa yang diberi Djodi?Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI Purn Kivlan Zein menyatakan dana kegiatan Pamswakarsa pada tahun 1998 diperolehnya dari beberapa pengusaha dan dari Staf Wakil Presiden saat itu Jimly Asshiddiqie. Kivlan mendapat Rp 1,25 miliar dari Jimly.Hal itu disampaikan Kivlan dalam jumpa pers di Hotel Sofyan, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (9/6/2004). Dia didampingi tim pengacara yang diketuai Budi Kelana. Berikut petikan wawancaranya:Siapa saja pengusahanya?Memang ada beberapa pengusaha. Wiranto telah memerintahkan untuk meminta kepada Jimly dan Setiawan Djodi. Kalau pihak mereka bilang saya tidak benar, memang saya tidak punya uang. Tapi atas usaha saya, dana itu tersedia, dan saya siap untuk memberi keterangan dan datanya di pengadilan.Pembentukan Pamswakarsa atas keputusan pribadi atau institusi ABRI?Kalau itu kebijakan Pangab, Anda bisa tafsirkan sendiri apakah itu kebijakan pribadi atau institusi.Anda menantang Wiranto? Bagaimana kalau tidak berhasil?Saya bukan menantang Wiranto. Tapi saya ingin menyampaikan data, dan fakta, dan kebenaran. Saya sudah sering membantah pernyataan Wiranto soal ini. Apalagi saat buku Wiranto muncul (Bersaksi di Tengah Badai).Untuk data, itu nanti saya akan jadikan bukti di pengadilan. Itu akan menjadi bukti saya bohong atau tidak. Saya memeras atau tidak.Istilah Pamswakarsa muncul darimana? Sebelumnya kan bernama kelompok pendukung Sidang Istimewa?Istilah itu pertama kali tertulis dan saya lihat saat bertemu dengan Nugroho Djajoesman (Kapolda Metro Jaya saat itu) di kantornya. Perubahan nama itu tertulis. Ini akan saya buktikan.Kenapa Anda baru bicara sekarang?Ini demi kejujuran sesuai Sapta Marga. Saya akan ungkapkan kebenaran, walaupun Wiranto nanti jadi presiden. Kalau ini mau dibawa ke pengadilan, saya tunggu.Anda pernah diteror oleh Wiranto setelah mengungkapkan hal ini?Tidak pernah. Saya ini jenderal, kok mau diteror, ya saya lawan. Saya ini pernah ikut berbagai pertempuran, baik di Timtim sampai Papua. Apa dia (Wiranto) seperti itu?Anda ada deal dengan capres saingan Wiranto?Saya tidak ada deal dengan Megawati, SBY, Amien Rais, dan Hamzah. Saya tidak pernah punya niat menjegal Wiranto. Tapi ini karena bola menggelinding dengan sendirinya. Terutama dengan munculnya buku tersebut (Bersaksi di Tengah Badai). Apalagi Fadli Zon juga mengeluarkan buku (Politik Huru-hara Mei 1998). Saya hanya ingin kebenaran. (sss/)


Berita Terkait