Assistent Customer Relation PT. Pertamina Region I, Rustam Aji menyatakan, konsumsi kurun Januari hingga Maret naik sebesar 6,7 persen dari kuota. Menurut perhitungan seharusnya serapan BBM jenis premium dan solar itu itu idealnya berada di angka 575.670 kl.
“Walaupun telah melebihi kuota, Pertamina berkomitmen untuk tetap menyalurkan BBM sesuai kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara,” kata Rustam Aji kepada wartawan di Medan, Rabu (13/4/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Selain itu juga karena ada kenaikan jumlah kendaraan bermotor. Kebutuhan BBM di Sumut berfluktuasi namun rata-rata per hari sebesar 3.950 kiloliter untuk premium dan solar sebanyak 2.850 kiloliter,” kata Rustam.
Disebutkannya lagi, untuk mencegah munculnya gejolak di masyarakat, Pertamina akan tetap menyalurkan BBM sesuai kebutuhan. Dalam penyalurannya, Pertamina terus berkoordinasi dengan aparat pemerintah dan pihak yang berwajib agar BBM bersubsidi dapat disalurkan tepat sasaran. Walaupun sudah ada dua badan usaha swasta dan asing lain yang ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan BBM bersubsidi di provinsi ini, tetapi sebagai BUMN, Pertamina memiliki kewajiban sebagai penjaga pasokan energi nasional.
”Kita berharap pada triwulan II kelebihan kuota dapat ditekan mengingat kesadaran konsumen menggunakan bahan bakar nonsubsidi seperti Pertamax terus naik sejak tahun lalu. Penjualan Pertamax di Sumut pada 2010 naik menjadi 12.868 kiloliter dibanding tahun 2009 sebanyak 11.244 kiloliter,” katanya.
Stok BBM di Sumut dipusatkan pada lima lokasi, yakni Terminal BBM Medan Group, Pematang Siantar, Kisaran, Sibolga, dan Gunung Sitoli, dan stoknya dalam keadaan cukup. Pada hari ini tercatat stok premium sebanyak 32.310 kiloliter dan solar 17.790 kiloliter. Tanker Soechi Chemical IX dijadwalkan masuk malam ini di Terminal BBM Sibolga membawa tambahan 900 kiloliter solar. Sementara pada Kamis (14/4) Tanker Pegaden akan tiba membawa tambahan 9.000 kiloliter premium di Terminal BBM Medan Group.
(rul/mpr)











































