"Soal ini tanyakan ke BK DPR, biar nanti BK DPR yang melihat dokumennya (rapat konsultasi)," ujar Marzuki di ruang kerjanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/4/2011).
Dia juga menolak menjawab pertanyaan wartawan mengenai isu gedung baru DPR. Sebab selain proyek tersebut sudah merupakan keputusan DPR, dirinya juga sudah sangat sering menyampaikan penjelasan mengenainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun bila memang masih saja ada yang perlu ditanyakan, Marzuki mempersilakan menanyakannya kepada pimpinan lain DPR, terutama Wakil Ketua DPR Anis Matta. Sebab keputusan melanjutkan proyek gedung baru DPR merupakan keputusan yang diambil bersama melalui mekanisme formal.
"Di dalam rapat konsultasi dan keterangan pers, yang berbicara adalah Pak Anis Matta. Bila dinilai berbohong, tanyakan saja ke Pak Anis Matta," ujar Marzuki.
Seperti diberitakan sebelumnya, Koalisi LSM mengadukan Ketua DPR Marzuki Alie ke BK DPR dengan tuduhan telah banyak berbohong dalam masalah gedung baru DPR. Di antaranya adalah mengenai hasil rapat konsultasi 7 April 2011 yang dikatakan hanya Fraksi Gerindra yang menolak proyek tersebut.
"Kenyataannya PAN juga menolak sedangkan PDIP, PPP dan PKB minta penundaan. Jadi yang bohong siapa? Kita minta BK DPR konfrontir Marzuki Alie dengan fraksi-fraksi. Sebenarnya seperti apa sikap fraksi itu," ujar Ray Rangkuti, ketua koalisi LSM.
(lh/fay)











































