Korut Tuding Korsel Gegabah
Rabu, 09 Jun 2004 15:50 WIB
Jakarta - Angkatan Laut (AL) Korea Utara dan Korea Selatan kembali bersitegang. AL Korut mengingatkan rivalnya untuk menghentikan provokasi militer yang gegabah di Laut Kuning. Jika tidak, Korsel akan menghadapi pukulan tiada ampun.Belum lama ini, Korsel menyatakan bahwa dua kapal patroli Korut sempat menyeberangi perbatasan di Laut Kuning yang dipersengketakan, yang oleh dua Korea dinamakan Laut Barat atau West Sea. Namun komando AL Korut mencetuskan bahwa Korsel-lah yangn memicu ketegangan dengan menyusup ke perairan Korut, dengan mengirimkan kapal-kapal dan melakukan "latihan tembak gegabah" di dekat perairan."Utara tidak akan punya pilihan lain kecuali melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan tidak membiarkan mereka yang mencoba menyusup ke wilayah perairannya bahkan satu inci pun dan akan memberikan pukulan tiada ampun bagi mereka," demikian statemen AL Korut yang disampaikan oleh kantor berita resmi KCNA seperti dilansir AP, Rabu (9/6/2004).Pihak AL Korsel langsung memberikan tanggapan atas statemen Korut. "Karena mereka tidak menyetujui Northern Limit Line, aktivitas normal kami dipandang sebagai memprovokasi mereka," tukas seorang juru bicara AL Korsel. "Ini terjadi dari waktu ke waktu," imbuhnya.Garis Batas Utara atau Northern Limit Line merupakan perbatasan laut de fakto, yang ditetapkan pasukan PBB pimpinan AS saat Perang Korea 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata. Namun Korut menganggap garis tersebut invalid dan menuntut perbatasan laut ditarik jauh ke selatan.Perairan di Laut Kuning selama bertahun-tahun kerap menjadi ajang baku tembak kedua Korea. Bentrokan ini telah menewaskan atau melukai lusinan pelaut kedua pihak.
(ita/)











































