"Saya sudah sampaikan kemarin, bagaimana menjaga keselamatan awak kapal. Komunikasi senantiasa dijalin. Komunikasi terakhir tadi malam antara pembajak dan pemilik kapal," kata Menko Polhukam Djoko Suyanto di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (13/4/2011).
"Pemilik (kapal) selalu kordinasi dengan kita dan itu sedang kita olah finalisasi nanti bagaimana mekanismenya," ujar Djoko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada yang menginginkan awak kapal mengalami hal yang tidak diinginkan. Keluarga juga selalu minta demikian. Bahwa keinginan untuk kita segera membebaskan, kita semua juga. Presiden juga sangat concern terhadap ini. Tapi kita harus jeli cari opsi yang paling baik dan memungkinkan," tandasnya.
Menko Polhukam meminta semua pihak membantu pembebasan para WNI itu. "Media juga harus membantu," pintanya.
Kapal MV Sinar Kudus dibajak oleh perompak Somalia di perairan Laut Arab, saat melakukan perjalanan dari Pomalaa, Sulawesi Selatan, menuju ke Roterdam, Belanda, tanggal 16 Maret 2011 lalu. Kapal yang diawaki oleh 31 ABK, 20 orang di antaranya WNI, bermuatan biji nikel dan seharusnya sudah sampai 34 hari setelah keberangkatan.
(irw/ndr)











































