"Kalau bentrokan yang awal, kita sudah mintai keterangan. Setelah bentrokan semalam, kami coba kontak tetapi yang bersangkutan tidak bisa dihubungi dan tidak ada di rumahnya," kata Kepala Polsek Cengkareng Kompol Ruslan saat dihubungi wartawan, Jakarta, Rabu (13/4/2011).
Dikatakan dia, bentrokan dipicu akibat perebutan parkiran. "Ketua RW 08, E, mengambil uang parkir di ruko. Sementara menurut sekuriti PT Titu, harusnya mereka yang ambil parkiran tersebut," ujar Ruslan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aparat kepolisian juga sempat meminta keterangan E. "Sorenya aman," ujarnya.
Namun, lanjut dia, hansip tersebut bersama warga kembali mendatangi lokasi menjelang pukul 23.00 WIB. Saat itu, ada sekitar 200 warga mendatangi lokasi.
Bentrokan tidak terelakkan dan berujung pada pertumpahan darah. Seorang tewas bernama Ahmad (39), sementara 3 lainnya terluka serta satu unit motor hancur dibakar warga.
(mei/aan)










































