"Kalau ada yang rusak, soal bisa diganti dengan soal cadangan. Soal cadangan pun isinya akan berbeda dengan soal sebelumnya. Kode soalpun akan berbeda," ujar anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kementerian Pendidikan Nasional Mungin Eddy Wibowo.
Mungin mengatakan itu dalam jumpa pers di kantor kemendiknas, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (13/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, jangan sampai siswa tidak mengecek kemudian sudah mengerjakan soal sampai nomer 30 lalu minta diganti karena ada yg rusak. Karena soal cadangan pasti berbeda," jelas Mungin.
"Kalau tahun lalu, soal cadangan sama dengan yang dibagikan. Kalau sekarang lain. Tapi jangan khawatir tingkat kesulitannya sama," imbuhnya.
Untuk tahun ini, lanjut Mungin, ada 5 paket berbeda di setiap mata pelajaran yang diujikan namun tingkat kesulitannya sama. Standar tingkat kesulitan diambil irisan dari berbagai kurikulum.
"Tidak dipungkiri masih terdapat sekitar 300 siswa yang menggunakan kurikulum 1995. Tapi diambil irisan dan turunan dari semua kurikulum," katanya.
Mungin membeberkan, 5 paket soal akan dibagikan di dalam 1 ruangan yang terdapat 2 pengawas. Kemudian 5 paket dibagikan secara acak. Nomor kode ditulis di lembar jawaban dan jangan sampai keliru. Sementara untuk SD, Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB)menggunakan 1 paket yang sama seperti tahun lalu.
Standar nilai kelulusan UN untuk SMP/MTs,SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK rata-rata nilai akhir minimun 5,5 dan tidak ada nilai di bawah 4,0.
"Kriteria kelulusannya ditentukan rapat dewan guru bukan pusat," tutur Mungin.
(nik/fay)











































