Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin Djafar mengatakan, Sub Direktorat Umum I Polda Metro Jaya melibatkan psikolog untuk memeriksa kejiwaan Lian.
"Subdit I Umum telah tugasi polwan dari Dinas Psikolog untuk berkomunikasi dengan korban," kata Baharudin kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (13/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah ahli hipnoterapi ini dari Dinas Psikologi kita juga ada. Tapi, ahli dari luar juga bisa," sebut Baharudin.
Ia menjelaskan, hipnoterapi itu akan melihat kondisi kejiwaan Lian. "Dia nanti bisa mengetahui apa penyebabnya," katanya.
Sebelumnya, Lian dilaporkan hilang usai makan siang di kantin kantornya di Kementrian Perhubungan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada Kamis (7/4) lalu. Keesokannya, tepatnya Jumat (8/4) sore, Lian ditemukan di Masjid Atta'awun, Puncak, Bogor dalam keadaan linglung dan bercadar serta mengaku bernama Maryam.
Kepada Edi Irawan (33), sekuriti masjid tersebut, Lian mengaku jika dirinya dibawa oleh orang-orang bercadar menggunakan kereta. Di dalam kereta itu, Lian mengaku dicekoki kopi hingga pingsan lalu muntah-muntah.
Lian yang masih dalam keadaan linglung itu, mengaku dititipi oleh seseorang yang dia sebut sebagai Uni Aisyah ke sopir angkutan L 300. Umi berpesan kepada Lian untuk menunggu jemputan di taman masjid itu.
(mei/gun)











































