Kelompok oposisi, Dewan Transisi Nasional Libya menyatakan, sebanyak 30 ribu orang lainnya luka-luka dan sekitar 20 ribu orang hingga kini belum ditemukan. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (13/4/2011).
Kelompok oposisi tersebut dipimpin mantan Menteri Kehakiman Libya Mustafa Abdel Jalil. Jalil termasuk di antara tokoh-tokoh penting Libya yang lebih dulu bergabung dengan para demonstran antipemerintah menyusul kekerasan yang dilakukan rezim Khadafi terhadap demonstran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini serangan-serangan udara di bawah pimpinan NATO terus dilancarkan atas Libya. Menurut NATO, dalam serangan akhir pekan lalu, mereka telah menghancurkan lebih dari 20 tank milik pasukan Khadafi.
Puluhan warga sipil dikabarkan telah tewas di Libya akibat serangan udara Amerika Serikat dkk menyusul keluarnya resolusi Dewan Keamanan PBB yang memungkinkan aksi militer terhadap negeri itu.
(ita/nrl)










































