"Sekarang sudah dilepas dan berpakaian normal lagi. Saat cadarnya mau dilepas, dia berontak kemudian teriak 'Umi tolongin aku'," ujar pembantu rumah tangga keluarga Lian, Yanti saat ditemui detikcom di rumah keluarga Lian di Jl Keran 5, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (13/4/2011).
Menurut Yani, setelah dibuka, cadar dan baju Lian dibakar di depan rumah pada Minggu (10/4/2011). pukul 11.00 WIB. Pasca itu, kondisi Lian pun perlahan-lahan mulai membaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yanti menceritakan sebelum hilang, Lian memang sering datang ke rumah ibunya di Kemayoran. Yanti merupakan PRT di rumah ibu Lian. Yanti bertemu Lian seminggu sekali pada hari Sabtu. "Sabtu ada kumpul keluarga," ujarnya.
Pada Kamis (7/4) pagi, Lian lebih dahulu berangkat ke kantor. Sedangkan suaminya datang ke rumah ibu Lian untuk menitipkan anak mereka Nadin. Sampai sore ditunggu, Lian tak kunjung datang baik di Kemayoran maupun di rumah mereka.
Menurut Yanti, Lian merupakan sosok yang ramah, sopan, dan tidak pernah bertengkar dengan suaminya. Kepada tetangga, Lian suka menyapa jika berpapasan. Lian pun setahu Yanti tidak pernah ikut pengajian aliran sesat apapun.
"Kalau mengaji dan salatnya rajin seperti biasa. Lian pakai jilbab dari SMA," ungkapnya.
Pantauan detikcom di rumah Ibu Lian, tampak tertutup. Sejumlah saudara datang untuk menjenguk Lian. Namun pagar rumah berlantai dua selalu dikunci. Salah seorang paman Lian, Mahdi mengaku baru bisa menjenguk hari ini untuk melihat kondisi Lian. Mahdi pun berharap Lian bisa sembuh seperti semula.
"Sangat mengejutkan saya tidak menduga akan terjadi seperti ini. Mudah-mudahan Lian cepat sembuh," harapnya.
(gus/fay)











































