"Ulat ini menganggu. Terkadang masuk rumah, bikin gatal-gatal. Kalau sudah kena, sehari belum tentu sembuh, bulunya panjang-panjang lagi," ujar salah seorang warga, Nurhayati (40).
Nurhayati mengatakan itu kepada detikcom, di Jalan Sekretaris, RT 7 RW 5, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (13/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Astri (30), warga sekitar juga pernah menjadi korban ulat bulu. Dia langsung mandi namun gatalnya tidak juga hilang meski sudah membersihkan seluruh tubuh.
"Saya juga pernah kena, gatal banget. Mandi saja juga nggak hilang," kata Astri.
Astri menuturkan, beberapa hari yang lalu pihak dari Pemkot Jakarta Barat datang ke kawasan rumahnya untuk membasmi hama. Namun dia tidak mengetahui apa yang disemprotkan.
"Saya nggak tahu nyemprotin apa. Tapi ulat bulunya masih ada," tutur Astri.
Pantauan detikcom, sepanjang Jl Sekretaris ada puluhan pohon cemara, yang letaknya di seberang rumah warga. Warga menyatakan ulat berwarna coklat itu banyak menempel di batang cemara. Pohon cemara itu tingginya 20 meter.
Ulat bulu juga menjadi masalah di beberapa daerah di sejumlah kota di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali.
(nik/nrl)










































