Keanehan itu terletak pada gamis dan cadar yang dikenakan Lian. Seorang mantan anggota NII Sukanto yang ditemui detikcom pada Rabu (13/4/2011) mengatakan, biasanya, perempuan yang baru saja dibaiat oleh NII tidak akan memakai gamis dan cadar.
"Biasanya bajunya ya biasa saja, sama seperti saat dia masuk ke NII pertama kali. Tapi mungkin cuma tambah jilbab, tapi tidak memakai gamis dan cadar seperti Lian," kata pria yang akrab disapa Anto ini. Anto juga menjabat sebagai Ketua Tim Rehabilitasi NII Crisis Center. Crisis Center dibuat sebagai sarana informasi tentang maraknya korban KW9 NII.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu yang agak mengherankan," kata Anto yang pernah bertahun-tahun 'berkecimpung' dan menjabat sebagai camat di NII ini.
Meski begitu, Anto tetap menduga apa yang baru saja terjadi pada ibu muda berusia 26 tahun itu adalah 'ulah' NII. Hal itu terlihat dari tahapan-tahapan yang dijalani oleh Lian selama hilang beberapa hari.
"Kalau dilihat prosesnya, itu proses perekrutan NII," kata Anto.
Anto menduga, pemakaian cadar untuk Lian boleh jadi adalah modus pengalihan. "Bisa saja itu pengalihan biar tidak diduga NII makanya dibuat beda. Tapi tahapannya semuanya similar dengan perekrutan NII," katanya.
Lian menghilang sejak Kamis 7 April lalu. Ibu muda beranak satu itu ditemukan petugas keamanan di Masjid Atta'awun, sebuah masjid terkenal yang ramai di Puncak, Bogor, pada Jumat 8 April dan dijemput keluarga pada Minggu (10/4). Saat ditemukan Lian linglung dan tidak ingat di mana rumah dan asal usulnya. Lian yang kala itu bercadar menyebut dirinya sebagai Maryam. Saat ini Lian masih dalam tahap penyembuhan dengan menjalani terapi rukiyah dan psikiatri.
(ken/nrl)











































