Hal itu diungkapkan oleh putra ketiga (alm) Mbah Maridjan tersebut usai mengikuti pertemuan dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Ma'arif di Dusun Gondang, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Selasa (12/4/2011) malam. Pertemuan ini juga dihadiri oleh beberapa pejabat terkait dan sejumlah perwakilan warga.
"Saya mengimbau kepada semua teman abdi dalem dan warga supaya dalam menghadapi Merapi jangan sampai takut dan panik," tutur Asih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asih juga berharap bisa menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengantisipasi bahaya Merapi. Misalnya dengan pemerintah, media massa, dan instansi terkait.
"Sebagai warga Merapi, kami tentu butuh info dari pemerintah, media massa. Kami juga butuh info dari alat-alat yang sudah ada. Saya jadi juru kunci tak bisa kerja sendiri, jadi harus kerja sama," kata dia.
Sementara itu, terkait rencana relokasi warga di lereng Merapi, BNPB siap mendukung langkah yang ditempuh oleh pemerintah daerah.
"BNPB akan mendukung semua rencana yang dibuat oleh pemerintah dan masyarakat. Dan saya yakin, pemerintah daerah mengeluarkan keputusan berdasarkan keinginan masyarakat," beber Syamsul Ma'arif .
"Nanti akan diumumkan tempat yang pasti direlokasi, yang wajib diwaspadai tapi tak perlu relokasi, relokasi ke mana. Apalagi masyarakat tak berharap direlokasi terlalu jauh," ujarnya.
BNPB memastikan sedikitnya 2.682 warga yang tinggal di lereng Merapi dan tinggalnya terdampak langsung erupsi akan direlokasi. Tahapan relokasi untuk semua kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi akan dimulai pada 2011 dan ditargetkan selesai pada 2013.
(mfi/mok)











































