Kapolsek Cengkareng Kompol Ruslan mengatakan, keributan dipicu akibat rebutan lahan parkir antara warga dengan sekuriti PT Titu di area ruko tersebut pada pukul 16.30 WIB sore tadi.
"Awalnya ada warga yang ambil parkir mobil," kata Ruslan kepada detikcom, Selasa (12/4/2011).
Namun, sekuriti PT Titu tidak terima dengan petugas parkir liar yang memungut di lahan parkiran tersebut. "Menurut mereka (sekuriti), seharusnya mereka yang pungut uang parkir itu," katanya.
Perebutan lahan parkir itu kemudian berujung pada perkelahian. Kedua pihak saling adu jotos.
Pada malam harinya, sejumlah warga kembali mendatangi lokasi. Mereka mempersenjatai diri dengan senjata tajam.
"Ada senjata tajam," katanya.
Sejauh ini, tidak ada korban tewas dilaporkan. Namun, 3 orang mengalami luka akibat senjata tajam tersebut. Kapolsek mengaku belum mengetahui identitas ketiga korban.
"Saya belum tahu, masih dicek," kata Ruslan.
Selain itu, satu unit motor juga hangus dibakar warga. Kapolsek sendiri tidak menyebutkan adanya keterlibatan organisasi masyarakat dalam aksi tersebut. Namun, informasi yang diterima detikcom, keributan terjadi antar ormas dan kelompok massa tertentu.
Ruslan melanjutkan, hingga kini, situasi di lokasi berangsur kondusif. Sejumlah kepolisian disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi bentrokan susulan.
(mei/mok)











































