"Informasinya, suami istri ini dibunuh pada waktu baru pulang kerja. Baru saja parkir mobil, pelaku masuk. Katanya dibunuh pakai kapak," ujar tetangga korban, Richard, Selasa (12/4/2011).
Pasutri malang itu tinggal di Jalan Mandala Selatan 2, Nomor 27 RT 8/RW 4, Tomang, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Mereka dikenal tertutup oleh para tetangga. Sebab mereka sangat jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, pada saat kejadian, di rumah itu juga ada keponakan korban. Keponakan itu sempat dipukul oleh pelaku hingga pingsan. Sementara itu, jenazah suami istri tersebut masih berada di dalam rumah dan belum dibawa ke RS. Jenazah Tirta Karya tergeletak di garasi. Dari luar tampak mobil keluarga yang juga berada di garasi.
Rumah berlantai dua itu telah dipasangi garis polisi. Beberpa polisi masih mengidentifikasi dan melakukan olah TKP. Ratusan warga berkerumun di sekitar rumah berpagar setinggi 3 meter dan dilapisi fiber itu.
Pantauan detikcom di tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (12/4/2011), Tirta ditemukan di garasi rumah dengan posisi menyamping hampir tengkurap. Tirta tampak mengenakan sepatu pantofel hitam, celana kain coklat dan jaket coklat. Ada genangan darah terlihat keluar di sekitar kepala Tirta.
Sementara jasad Sho, berdasar informasi ditemukan di ruang tamu. Kedua jasad itu ditemukan pertama kali oleh anak mereka, Simon (19).
Saksi mata yang juga warga sekitar, Rahman, melihat beberapa orang menaiki pagar pasutri itu.
"Diketahui ada kejadian pembunuhan ini tadi pukul 17.30 WIB. Sebelum ada kejadian pembunuhan sempat ada yang melihat beberapa orang menaiki pagar," ujar Rahman.
Sebelumnya, 2 minggu lalu imbuh Rahman, juga sempat terjadi perampokan di rumah pasutri itu. "Sebuah mobil Innova diambil dari dalam garasi," jelas Rahman.
(vit/nwk)
