Anggota DPR Bermasalah Diminta Tiru Langkah Arifinto

Anggota DPR Bermasalah Diminta Tiru Langkah Arifinto

- detikNews
Selasa, 12 Apr 2011 19:51 WIB
Jakarta - Kasus Arifinto, anggota DPR dari Fraksi PKS yang mundur dari karena kedapatan menonton video porno patut dicontoh. Utamanya, bagi anggota DPR yang bermasalah langkah mundur dari jabatan harus dibiasakan.

"Dalam konteks partai, sebenarnya dia lebih bagus mundur karena akan mengurangi dosa. Yang lain juga harus begitu," kata pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Indria Samego seusai diskusi dengan tema Calon Presiden Independen di Akbar Tandjung Institute, Kompleks Liga Mas Indah Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2011).

Indria juga menambahkan, pejabat-pejabat lain juga harus mengedepankan etika sebab tidak ada aturan formal di dalam peraturan perundang-undangan mengenai hal tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira begini. Semua tokoh baik di DPR, pemerintah dan lain-lain harus mengedepankan etika. Sebab kalau di hukum tidak ada aturannya. Jadi etika. Memang tidak etis, masa anggota DPR kok kerjaannya main-main laptop saja selama sidang. Apalagi yang dibuka itu situs porno," tambahnya.

Indria menegaskan, etika harus muncul dari dalam pribadi masing-masing pejabat. Oleh karena itu, pejabat negara yang sudah diduga terlibat kasus korupsi sebaiknya mundur secara ksatria agar tidak berakibat fatal secara jangka panjang.

"Jadi sekali lagi, kalau dasarnya memang aturan, kita lelah dengan itu. Tapi kalau dasarnya etika, dimulai dari dia sendiri. 'Oh saya kalau gitu disebut koruptor. Daripada nanti anak saya kena imbasnya, lebih baik saya lempar handuk, saya mundur'," kata Indria.

(gah/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads