"Dalam konteks partai, sebenarnya dia lebih bagus mundur karena akan mengurangi dosa. Yang lain juga harus begitu," kata pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Indria Samego seusai diskusi dengan tema Calon Presiden Independen di Akbar Tandjung Institute, Kompleks Liga Mas Indah Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2011).
Indria juga menambahkan, pejabat-pejabat lain juga harus mengedepankan etika sebab tidak ada aturan formal di dalam peraturan perundang-undangan mengenai hal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indria menegaskan, etika harus muncul dari dalam pribadi masing-masing pejabat. Oleh karena itu, pejabat negara yang sudah diduga terlibat kasus korupsi sebaiknya mundur secara ksatria agar tidak berakibat fatal secara jangka panjang.
"Jadi sekali lagi, kalau dasarnya memang aturan, kita lelah dengan itu. Tapi kalau dasarnya etika, dimulai dari dia sendiri. 'Oh saya kalau gitu disebut koruptor. Daripada nanti anak saya kena imbasnya, lebih baik saya lempar handuk, saya mundur'," kata Indria.
(gah/ndr)











































