Dubes Somalia Temui Ical, Bahas Penyanderaan ABK

Dubes Somalia Temui Ical, Bahas Penyanderaan ABK

- detikNews
Selasa, 12 Apr 2011 19:40 WIB
Dubes Somalia Temui Ical, Bahas Penyanderaan ABK
Jakarta - Di tengah isu hangat tentang bajak laut Somalia, Dubes Somalia Mohamud Olow Barow menemui Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Berbagai masalah dibicarakan dalam pertemuan ini, mulai dari bisnis hingga soal penyanderaan 20 ABK Sinar Kudus di Teluk Aden.

Aburizal yang akrab disapa Ical ini didampingi oleh Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Happy Bone Zulkarnaen dan Ketua Bidang Kerja Sama Internasional DPP Partai Golkar Iris Indira Murti. Acara ini sendiri dilakukan sejak pukul 16.30 hingga 18.00 WIB di Wisma Bakrie I, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2011) malam.

"Pertemuan banyak membahas banyak hal, tidak hanya perompakan, tapi Dubes Somalia juga menjelaskan potensi-potensi negaranya, seperti masalah kebudayaan, masalah perekonomian negerinya, mungkin mereka mengundang kita untuk berinvestasi," kata Iris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iris yang juga pernah menjadi Dubes Indonesia untuk Finlandia ini menambahkan, masalah perompakan menjadi masalah yang hangat dibicarakan antara kedua belah pihak. Dubes Somalia meminta supaya pemerintah Indonesia jangan memberi angin kepada perompak itu.

"Mereka (Dubes Somalia) meminta agar pemberitaan tidak membesar-besarkan sosok perompak tersebut, karena dengan begitu, mereka makin kuat menekan, bisa-bisa uang tembusan dinaikan," papar Iris.

Kenapa bertemu dengan Golkar, bukan dengan pemerintah?

"Sebenarnya ini hanya pertemuan biasa saja, memang Dubes Somalia selain ingin bertemu pemerintah, juga ingin bertemu pimpinan parpol dan pengusaha," jawab Bone.

Kapal MV Sinar Kudus dibajak oleh perompak Somalia di perairan Laut Arab, saat melakukan perjalanan dari Pomalaa, Sulawesi Selatan menuju ke Roterdam, Belanda, tanggal 16 Maret 2011 lalu. Kapal yang diawaki oleh 31 ABK, 20 orang di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut bermuatan biji nikel dan seharusnya sudah sampai 34 hari setelah keberangkatan.

(mok/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads