Dede Yusuf & PD, Paket Komplet Saling Menguntungkan

Dede Yusuf & PD, Paket Komplet Saling Menguntungkan

- detikNews
Selasa, 12 Apr 2011 19:26 WIB
Dede Yusuf & PD, Paket Komplet Saling Menguntungkan
Jakarta - Fenomena politisi kutu loncat adalah bentuk simbiosis mutualisma antara politisi dengan parpol untuk mencapai target jangka pendek dan panjang. Meski tidak ada jaminan hubungan akan langgeng, namun setidaknya menambah rasa percaya diri masing-masing pihak.

"Ini bentuk simbiosis mutualisma (saling menguntungkan) antara politisi dengan parpol," ujar pengamat politik dari LSI, Burhanudin Muhtadi, Senin (12/4/2011).

Mengenai pindahnya Dede Yusuf dari PAN ke PD, menurutnya lebih didasarkan pada pertimbangan pragmatis dua pihak. Dede Yusuf membutuhkan kendaraan politik yang lebih kuat dibanding PAN untuk membantu memuluskan perjalannya dalam Pemilu Kada Gubernur Jawa Barat 2012.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perolehan suara PAN dalam Pemilu 2009 di Jawa Barat yang kecil, memang diragukan potensinya untuk bisa menyokong ambisi Dede Yusuf. Sebaliknya PD meraih kemenangan besar, diyakini mampu memberikan dukungan yang signifikan.

"Ditambah lagi adanya SBY di PD, ini tak ubahnya karpet merah yang memuluskan langkah Dede Yusuf," imbuh Burhanudin.

Sebaliknya di sisi PD, bergabungnya Dede Yusuf tentu merupakan berkah. Mereka tidak lagi kesulitan mencari jagoan untuk diusung sebagai calon Gubernur Jabar sebab Dede Yusuf tak ubahnya kandidat dengan paket komplet.

"Sebagai mantan aktor, popularitas Dede Yusuf sangat tinggi. Karier politiknya di PAN juga dibangun dari bawah, punya pengalaman dalam birokrasi dan dia calon incumbent nanti," papar Burhanudin.

Sementara untuk jangka panjang, baik PD dan Dede Yusuf juga diyakini akan saling menguntungkan. Bukan rahasia bahwa sebagai parpol yang terhitung baru, PD sangat membutuhkan politisi dengan daya tarik besar seperti Dede Yusuf untuk menjamin esksistensinya di masa-masa mendatang.

Demikian juga dengan Dede Yusuf yang usianya masih tergolong muda. Bergabung ke PD yang merupakan parpol besar merupakan jaminan untuk memuluskan karier politiknya di masa-masa mendatang.

"Saya pikir menjadi Gubernur Jabar hanya sasaran antara Dede Yusuf. Dia tentu punya target lebih dari sekadar Gubernur untuk karier politiknya," prediksi Burhanudin.

Apakah itu maju dalam Pilpres? "Setidaknya posisi cawapres masih terbuka peluangnya," jawabnya.

(lh/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads