"Kembali kepada anggota, dengan dia mundur, dia berarti mengakui ada kekhilafan," ujar Tjahjo.
Hal itu disampaikan dia di sela-sela seminar bertajuk 'Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi' di Universitas Paramadina, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arifinto kepergok melihat tayangan porno saat sidang paripurna tentang pengesahan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dan pidato penutupan masa sidang III tahun sidang 2010-2011. Dalam jumpa pers Jumat (8/4) kemarin di DPR, Arifin mengaku jika ia membuka e-mail miliknya karena jenuh mengikuti rapat paripurna.
Arifin mengatakan, ia sudah biasa membuka e-mail saat rapat di DPR. Karena dengan membuka e-mail, bisa membantu pekerjaannya. "Saya rasa, kan saya biasa buka e-mail pada waktu rapat, membantu pekerjaan tidak ada masalah," katanya.
Sementara, beredar sejumlah foto bahwa Arifinto membuka folder yang berisi video porno itu, alias video itu bukan dari e-mail seperti pengakuan Arifinto. Meski demikian, Arifinto tetap bersikeras bahwa konten mesum itu berasal dari kiriman e-mail, yang buru-buru dihapusnya setelah tahu isinya tidak senonoh.
Akhirnya, karena kasus tersebut Arifinto memutuskan mundur dari DPR. Hal ini dilakukannya demi nama baik partai.
"Dengan seluruh kesadaran dan tidak ada paksaan dari pihak mana pun, setelah pernyataan ini saya segera mengajukan diri ke partai untuk mundur dari DPR RI," kata Arifinto dalam jumpa pers di Presroom DPR, Senayan, Jakarta, pada Senin (11/4) kemarin.
(vit/nrl)











































