"Menurut saya, sikap mundur itu tidak perlu dilebih-lebihkan, normal-normal saja. Apakah yang lainnya perlu mundur atau tidak ya dilihat ada tekanannya atau tidak. Kalau tidak ada tekanan, berat juga," kata Rektor Universitas Paramadina, Anies Rasyid Baswedan.
Hal ini disampaikan Anies usai seminar bertajuk "Pers sebagai pilar keempat demokrasi" di Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies berpendapat mundurnya Arifinto sebaiknya disikapi secara wajar. "Wajar-wajar saja mundur, tidak ada yang luar biasa. Kalau yang lain perlu mundur ya ditekanlah supaya mundur," kata Anies.
Menurutnya, apabila melakukan kekeliruan fatal, fundamental atau dipandang oleh publik sebagai kekeliruan fatal harus berani ada langkah koreksi.
"Kalau kekeliruan yang tidak bisa dikoreksi ya Anda mundur. Ujungnya corrective karena itu tidak bisa dilakukan apa-apa lagi dan sudah terjadi," kata dia.
(aan/nrl)











































