Inggris Selidiki 75 Komplain terhadap Pasukannya di Irak

Inggris Selidiki 75 Komplain terhadap Pasukannya di Irak

- detikNews
Rabu, 09 Jun 2004 13:30 WIB
Jakarta - Kepolisian militer Inggris tengah menyelidiki banyak komplain terhadap pasukan negara itu di Irak. Kasus-kasus yang melibatkan pasukan Inggris itu bahkan jauh lebih banyak daripada anggapan semula.Sebanyak 75 insiden yang dilaporkan kini tengah diinvestigasi. Demikian disampaikan Menteri Angkatan Bersenjata Inggris Adam Ingram seperti diberitakan AFP, Rabu (9/6/2004.Dikatakan Ingram, dirinya memang telah mengatakan kepada parlemen Inggris pada 4 Mei lalu, bahwa 33 kasus yang melibatkan prajurit Inggris di Irak, masih diselidiki. Namun hasil temuan lebih jauh menunjukkan bahwa angka sebenarnya waktu itu adalah 61 kasus. Sebanyak 14 kasus lainnya juga baru mulai diselidiki, sehingga totalnya ada 75 kasus."Langkah-langkah telah diambil untuk memastikan bahwa informasi mengenai semua investigasi Kepolisian mengenai insiden-insiden di Irak kini dipegang secara sentral," tukas Ingram dalam pernyataan tertulis kepada parlemen.Insiden-insiden yang tengah diselidiki tersebut termasuk dugaan penyiksaan tahanan Irak oleh tentara Inggris, insiden penembakan, juga kematian ataupun cidera yang diakibatkan sesuatu hal dalam kecelakaan di jalan raya.Dari 75 kasus itu, 30 diantaranya masih dalam tahap penyelidikan. 37 kasus lainnya telah tuntas dan ditutup. Sementara 8 kasus lainnya telah selesai diselidiki, namun belum ada keputusan mengenai tindakan apa yang akan diambil.Berita penganiayaan yang dilakukan tentara Inggris pertama kali muncul pada 1 Mei lalu ketika surat kabar Daily Mirror memuat foto-foto tentara Inggris yang memukuli dan mengencingi seoranng tahanan Irak.Koran Inggris itu kemudian memang mengakui bahwa gambar-gambar itu palsu dan memecat editornya, Piers Morgan. Namun meski begitu, klaim penyiksaan dan penembakan tidak sah yang dilakukan tentara Inggris terhadap warga sipil Irak terus mencuat ke permukaan. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads