Banyak Turis Batal ke Bromo
Rabu, 09 Jun 2004 13:25 WIB
Yogyakarta - Rombongan wisatawan asing asal Eropa dan Asia terpaksa batal diberangkatkan ke Gunung Bromo pasca meletusnya gunung eksotis itu pada Selasa kemarin."Setelah ada kepastian bahwa Gunung Bromo telah tertutup bagi wisatawan sejak Selasa malam kemarin, semua rombongan wisata terpaksa kita batalkan," kata Muryanto, pengelola jasa wisata Java Prima Wisata kepada detikcom, Rabu (9/6/2004).Menurut Muryanto, hari ini biro wisata yang dikelolanya sebenarnya akan memberangkatkan 15 orang wisatawan asal Belanda, Jerman dan negara Asia lainnya menuju Bromo. Namun karena Bromo meletus, rombongan terpaksa langsung menuju Bali setelah berkeliling ke Yogyakarta."Setelah kita beritahu situasi terakhir Bromo, mereka akhirnya memakluminya," katanya.Sebenarnya biro wisatanya telah menawarkan tempat wisata pengganti di daerah Jawa Timur misalnya Malang, Trowulan Mojokerto atau kota lainnya, namun mereka memilih langsung menuju ke Bali."Hanya ada lima wisatawan asal Asia yang hari ini sebenarnya dijadwalkan ke Bromo, kemudian kita ganti ke Dieng Plateau dan untungnya mereka juga mau," imbuh Muryanto.Menurutnya, rombongan wisatawan yang datang ke Yogya kemudian meneruskan perjalanan menuju ke Bromo selama dua bulan ini jumlahnya sedikit. Kalau pun ada, lebih banyak wisatawan yang datang secara perseorangan, bukan melalui biro-biro wisata."Selama dua bulan terakhir ini kita baru memberangkatkan empat rombongan saja, karena memang baru sepi. Kalau dulu sebelum krisis, seminggu bisa dua atau tiga kali," katanya.Hal senada juga dikatakan oleh Ani Susilowati, petugas biro wisata di kawasan Sosrowijayan Yogyakarta. Pada bulan Mei hingga Juni tidak banyak wisatawan asing yang datang ke Yogya. Orang asing yang datang menginap di Yogya lebih banyak hanya berkunjung ke objek wisata di sekitar Yogya seperti Borobudur, Prambanan atau Dieng."Kalau ada mau ikut ke Bromo jumlahnya sedikit sekali. Setiap rombongan minimal empat orang untuk satu kali trip, karena jaraknya memang jauh kalau harus ditempuh dari Yogya," katanya.
(nrl/)











































