Mahasiswa Yogya Demo Tolak Taman Nasional Merapi
Rabu, 09 Jun 2004 13:16 WIB
Yogyakarta - Sekitar 100 mahasiswa Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi MasyarakatPeduli Merapi (AMPM) menggelar aksi menolak Taman Nasional Nasional Gunung Merapi (TNGM) dan dicabutnya SK Menteri Kehutanan No 134/2004, Rabu (9/6/2004).Aksi yang diawali dari sebelah selatan pintu kereta api Stasiun Tugu Yogyakarta sekitar pukul 10.00 WIB. Dari tempat itu mereka kemudian berjalan kaki menyusuri Jalan Malioboro menuju gedung DPRD DIY dan kantor Gubernur DIY di Kepatihan.Di depan rombongan peserta demo, sekitar 8 orang sekujur tubuhnya dilumuri cat hitam. Empat orang berperan sebagai seorang petani yang membawa cangkul dan parang. Di tubuh keempat petani itu tergantung tulisan SK Menhut No 134/2004. Dua orang berperan sebagai penguasa dan dua orang laig berperan sebagai malaikat dan setan.Peserta demo lainnya membawa spanduk bertuliskan Aliansi Masyarakat Peduli Merapi. Beberapa poster bertuliskan "Tolak TNGM, TNGM Anti Rakyat, Cabut SK Menhut No 134/2004."Ketika rombongan tiba di lobi kantor DPRD DIY, mereka langsung menggelar orasi dan happening art yang menggambarkan penderitaan petani Merapi akibat TNGM. Petani digambarkan kehilangan lapangan pekerjaan karena tidak bisa mencari rumput untuk pakan ternak, berladang, mencari kayu bakar di hutan dan jasa pariwisata. Sedangkan dua orang yang memerankan sebagai penguasa dengan gaya yang sombong memaksakan agar TNGM tetap dilaksanakan.Koordinator aksi Aries Satya dalam orasinya mengatakan, TNGM bukanlah milik pemerintah saja tapi milik rakyat banyak terutama masyarakat di sekitar Merapi. "SK Menhut No 134/2004 menjadi Gunung Merapi sebagai kawasan taman nasional adalah hal yang tidak masuk akal serta bukan berdasarkan atas kepentingan rakyat," katanya.Seusai melakukan orasi dan happening art, rombongan ditemui Wakil Ketua DPRD DIY Totok Daryanto. Di hadapan peserta aksi, Totok mengatakan kebijakan pemerintah pusat menjadi kawasan Merapi menjadi taman nasionalhendaknya disosialisasikan dengan baik."Namun bila rakyat tidak setuju dan tak ada gunanya, sebaiknya ditunda saja," kata Totok langsung disambut teriakan huuu.. oleh mahasiswa.
(nrl/)











































