Pemerintah Belum Berencana Bebaskan 2 Kapal Malaysia

Pemerintah Belum Berencana Bebaskan 2 Kapal Malaysia

- detikNews
Selasa, 12 Apr 2011 16:13 WIB
Jakarta - Pemerintah belum berencana membebaskan 2 kapal berbendera Malaysia yang saat ini ditahan di Pelabuhan Belawan, Medan. Petugas masih memeriksa intensif awak kapal.

"Tidak (dibebaskan). Kami sedang memeriksa dan sedang memproses. Beberapa waktu lalu saya ke Belawan itu nelayan kita yang ditahan dan dipukuli oleh polisi Diraja Malaysia, kita sudah layangkan surat ke konjennya dan saya sudah bicara ke konjennya," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhamamad di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (12/4/2011).

Fadel mengatakan, memang benar ada desakan dari pemerintah Malaysia dan mereka telah melayangkan surat protes kepada Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang suratnya ada di tangan Pak Menlu. Saya telah bicara dengan Pak Dubes kita di Malaysia, kita akan proses seperti pada masa-masa yang lalu," ucap Fadel.

Fadel tidak setuju dengan sikap pemerintah Malaysia yang mengaku nelayan Malaysia yang ditangkap itu masih berada di wilayah Malaysia.

"Yang saya kecewa dari sikap mereka, mereka mengatakan ini di areal mereka. Kan tidak mungkin, kita punya angkatan laut yang ikut di operasi tadi," kata Fadel kesal.

Menurut Fadel, tidak mungkin angkatan laut Indonesia tidak punya data yang cukup. Saat waktu kapal Indonesia digiring ke pelabuhan di Malaysia, ada helikopter mereka ikut mengintai.

"Saya dapat kabar dari teman-teman di Malaysia, Pak Dubes dan media massa. Tadinya kan mau seperti menyerang juga mereka. Tapi setelah kita siapkan kita punya armada ke atas, mereka telepon saya dan saya bilang kita siap saja berhadapan demi kedaulatan rakyat dan kedaultan bangsa," terang politisi Partai Golkar ini.

Pemerintah Malaysia sebelumnya telah mengirimkan surat keberatan kepada Indonesia. Adapun isi keberatan ada tiga poin.

"Pertama, mereka keberatan dengan sikap kita, padahal itu operasi gabungan. Kedua mereka mengatakan itu areal mereka, bukan areal kami. Ketiga, mereka minta kita segera mengambil sikap kompromi perbatasan," papar Fadel.

(anw/gun)


Berita Terkait