SBY Pastikan Pemerintah Aktif Bekerja Bebaskan ABK di Somalia

SBY Pastikan Pemerintah Aktif Bekerja Bebaskan ABK di Somalia

- detikNews
Selasa, 12 Apr 2011 15:47 WIB
SBY Pastikan Pemerintah Aktif Bekerja Bebaskan ABK di Somalia
Jakarta - Perompak di Teluk Aden, Somalia, masih menahan kapal Sinar Kudus beserta 20 awak kapalnya yang berkewarganegaraan Indonesia. Presiden SBY memastikan pemerintah serius dan aktif bekerja membebaskan ABK tersebut.

"Begitu kita mendengar adanya kejadian pembajakan kapal kita di lepas pantai Somalia beberapa saat yang lalu, saat itu pula kita telah bekerja," kata SBY di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (12/4/2011).

Menurut SBY, yang paling aktif bekerja adalah Kementerian Polhukam, Kemenlu, TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN). Mengingat kasus ini tidak biasa dan menyangkut keselamatan 20 WNI di luar negeri, maka sejak awal SBY pun telah ikut memberikan instruksi-instruksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua cara kita pertimbangkan, semua opsi kita pertimbangkan dan opsi-opsi itu sekarang pun telah kita persiapakan. Memang tidak semua opsi bisa kami jelaskan ke publik. Mengapa? Karena ini menyangkut masalah keselamatan saudara-saudara yang disandera," jelas SBY.

Karena menyangkut keselamatan petugas dalam pembebasan kapal dan juga awak kapal yang disandera, maka tidak semua informasi akan dibeberkan ke publik. Dalam UU No 14 2008 tentang Keterbukan Informasi Publik, diatur dengan gamblang bahwa ada informasi yang tidak bisa dibuka di arena publik. Informasi itu antara lain yang berkaitkan dengan operasi ketahanan keamanan dan operasi penegakkan hukum, termasuk menghadapi kejahatan transnasional.

"Tapi intinya ada keperluan untuk tidak serta merta membuka itu ke arena publik sampai pada saatnya nanti, sebagai akuntabilitas pemerintah. Utamanya lembaga-lembaga yang mengemban tugas ini akan dijelaskan kepada publik. Tetapi tentu pada saat yang tepat," janji SBY.

Kapal MV Sinar Kudus dibajak oleh perompak Somalia di perairan Laut Arab, saat melakukan perjalanan dari Pomalaa, Sulawesi Selatan menuju ke Roterdam, Belanda, tanggal 16 Maret 2011 lalu. Kapal yang diawaki oleh 31 ABK, 20 orang di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut bermuatan biji nikel dan seharusnya sudah sampai 34 hari setelah keberangkatan.

(vit/fay)


Berita Terkait