Pemerintah Dinilai Lambat Bebaskan ABK di Somalia

Pemerintah Dinilai Lambat Bebaskan ABK di Somalia

- detikNews
Selasa, 12 Apr 2011 15:02 WIB
Jakarta - Hampir sebulan anak buah kapal (ABK) Sinar Kudus ditawan perompak Somalia di Teluk Aden. Pemerintah dinilai lambat dalam upaya pembebasan ke-20 ABK tersebut.

"Saya nilai cukup terlambat, tapi mudah-mudahan pemerintah terus berupaya. Saya yakin pemerintah sudah koordinasi terus," kata Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo.

Hal itu disampaikan dia di sela-sela seminar bertajuk 'Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi' di Universitas Paramadina, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, pada prinsipnya pemerintah harus berusaha untuk melindungi warga negara kita yang kena musibah di luar Indonesia. Tjahjo berharap pemerintah sudah melakukan upaya-upaya walaupun tidak selalu didiskusikan.

"Kami juga berharap pemerintah segera melakukan langkah baik itu negosiasi maupun membayar dengan apa yang dia (perompak) maui," imbuh anggota DPR dari Komisi I ini.

Kapal MV Sinar Kudus dibajak oleh perompak Somalia di perairan Laut Arab, saat melakukan perjalanan dari Pomalaa, Sulawesi Selatan menuju ke Roterdam, Belanda, tanggal 16 Maret 2011 lalu. Kapal yang diawaki oleh 31 ABK, 20 orang di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut bermuatan biji nikel dan seharusnya sudah sampai 34 hari setelah keberangkatan.

(vit/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads