"Saya tidak bicara soal Arifinto salah atau benar. Tetapi, menurut saya dia gentle. Dia mundur untuk kepentingan DPR, untuk kepentingan partainya. Dia gentle luar biasa. Itu harus diacungi jempol," kata anggota Komisi I DPR Effendy Choirie.
Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Gus Choi ini usai melaporkan dugaan kasus korupsi di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa perlu dilanjutkan ke ranah hukum? "Kalau pendapat saya, dengan mundur saja sudah bagus, kita maafkan saja. Saya berpendapat sudahlah kan dia sudah mundur. Kita harus menjadi negara pemaaf," jawab pria yang mengenakan kemeja bergaris warna biru dan jaket warna abu-abu ini.
Gus Choi juga mengapresiasi fotografer Media Indonesa, M Irfan, yang mengabadikan gambar Arifinto saat asyik nonton video porno."Harus diapresiasi karena berhasil mengontrol," kata dia.
"Yang harus dikontrol ini sekarang Marzuki Alie dengan gedung barunya," kelakar Gus Choi sambil tetawa. Dia mengaku menolak rencana itu. "Saya neken nolak rencana itu," ujarnya.
(aan/nrl)










































