Kampanye Sepi, Capres Bermasalah, Jumlah Golput Besar
Rabu, 09 Jun 2004 12:31 WIB
Jakarta - Kampanye capres sepi. Pasalnya semua capres bermasalah. Walhasil, persentase Golput pada Pilpres akan lebih besar ketimbang Pemilu legislatif.Hal itu disampaikan Guru Besar Fisipol UGM Riswandha Imawan di sela-sela acara 'Dialog Kebangsaan II' di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (9/6/2004).Kenapa kampanye capres sepi? tanya wartawan. "Saya kira semua capres tengah bermasalah. Masing-masing punya track record yang negatif. Janji-janji mereka juga di awang-awang, tidak konkret dan bertolak belakang dengan realitas di lapangan," tuturnya.Riswandha mencontohkan, ada capres yang menjanjikan akan menurunkan biaya SPP sekolah atau malah ada yang gratis. Tapi capres tersebut punya sekolah dan yayasan yang berbiaya mahal."Sekadar tahu saja, untuk masuk sekolah TK bayar SPP Rp 3 juta di Yogya. Bagaimana dia mau membebaskan SPP? Jadi ini inkonsistensi antara realitas dengan janji. Mereka menganggap publik bodoh dan tidak punya akses komunikasi," tukasnya.Ditanya berapa persentase Golput dalam Pilpres mengingat semua capres bermasalah, Riswandha memprediksi persentase Golput akan lebih besar ketimbang Pemilu legislatif."Ini karena ketidakpercayaan masyarakat yang sudah tidak peduli lagi siapa yang akan memerintah," tandasnya.
(sss/)











































