Unjuk Rasa ke RS, Pendemo Malah Diceramahi Dokter

Unjuk Rasa ke RS, Pendemo Malah Diceramahi Dokter

- detikNews
Selasa, 12 Apr 2011 12:18 WIB
Unjuk Rasa ke RS, Pendemo Malah Diceramahi Dokter
Semarang - Belasan demonstran tak berkutik saat berunjuk rasa di RSUD Semarang. Hendak berdemo soal biaya perawatan yang mahal, para pendemo akhirnya malah diceramahi dokter, sambil dicegat para suster.

Massa dari Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) berencana masuk ke kompleks RSUD Semarang. Mereka menolak Peraturan Walikota No 7 Tahun 2011 tentang tarif layanan RS pada RSUD Kota Semarang itu.

Berdasarkan aturan baru tertanggal, tarif kelas III naik 100%. Hal ini dinilai memberatkan oleh para pendemo. Mereka pun menggelar aksi pada pukul 10.00 WIB, di pintu gerbang RSUD Semarang, Jl Raya Ketileng Semarang, Selasa (12/4/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baru dua kali pergantian orator, Direktur RSUD Semarang dr Abimanyu, para pejabat RS dan perawat menghampiri para pendemo. Sambil mendekati pendemo, dr Abimanyu langsung berseloroh, "Sini saya gantian ngomong."

Meski sempat menolak, pendemo akhirnya memberikan megaphone kepada Abimanyu. Dalam keterangannya, Abimanyu menilai kenaikan tarif RS bukan berarti masyarakat miskin tak bisa mengakses pelayanan.

"Selama ini tidak ada komplain. Saya jamin. Kalau ada (masyarakat miskin) yang kesulitan, silahkan temui saya. Saya pasti bantu," katanya.

Pendemo dan Abimanyu sempat berdiskusi alot. Pejabat RS ikut turun tangan dengan memberi penjelasan lebih lanjut. Sementara para perawat yang berada di belakang Abimanyu dan pejabat RS, sesekali meneriakkan dukungan usai bos-nya berorasi.

Divisi Pelayanan Publik Pattiro Semarang, Widi Nugroho menyatakan, berdasarkan kajian, perwal tidak akomodatif. Sebagian masyarakat komplain tapi tak berani secara langsung. Sebab itu, pihaknya ingin menyebar menyebar petisi kepada masyarakat yang tengah berobat di RS.

"Nggak jadi disebar di dalam. Di luar saja," katanya.

Aksi yang berakhir sekitar pukul 10.30 WIB itu, cukup menarik perhatian masyarakat sekitar dan para penjual. Beberapa di antaranya memberikan dukungan dengan membubuhkan tanda tangan dalam petisi itu. Arus lalu lintas sedikit tersendat meski polisi dan satpam turun tangan.


(try/fay)


Berita Terkait