"Kita ingin Marzuki Alie membuktikan perkataanya. Kita protes keras, masa kita dihitung yang setuju," kata Marurar saat dihubungi detikcom, Selasa (12/4/2011).
Mengenai pernyataan Marzuki bahwa pihaknya memiliki rekaman rapat, Maruarar meminta itu dibuka. Ketua DPP PDIP itu meyakini pihaknya tetap pada keputusan menunda pembangunan gedung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maruarar menjelaskan, alasan partainya meminta penundaan pembangunan gedung adalah karena tidak satu pun konstituen di daerah yang menyetujui pembangunan.
"Kalau yang digunakan uang rakyat, ya perlu mendengar aspirasi rakyat, karena itu pakai APBN. Kalau dulu laptop yang sudah dianggarkan saja bisa dibatalin, kenapa ini nggak bisa dibatalin," ujarnya.
Sebelumnya, Marzuki mengatakan, hanya dua dari tujuh fraksi yang menolak pembangunan gedung baru, yakni FPAN dan F-Gerindra. Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo menyayangkan sikap pihaknya yang menunda tidak dimasukkan dalam kesimpulan rapat.
Menanggapi itu, Marzuki memastikan tidak ada pernyataan menolak dari FPDIP. Dia juga mengakui mempunyai bukti rekaman seluruh pembicaraan dalam rapat.
(lrn/nrl)










































