"Ya mulai hari ini kita tutup sejak pukul 05.30 WIB akan kita lakukan penutupan sampai tiga bulan ke depan di titik ruas jalan Sudirman yang mengarah ke Dr Satrio," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, saat dihubungi detikcom, Selasa (12/4/2011)
Selama pengerjaan jalan layang non-tol ini, sebenarnya ada 3 titik ruas jalan yang akan ditutup. Hanya saja untuk tahap awal, penutupan hanya dilakukan di jalan Sudirman yang mengarah ke Dr Satrio. Sedangkan dua titik lagi yaitu dari arah jalan Dr Satrio ke jalan Rasuna Said, jalan Rasuna Said menuju jalan Dr Satrio, tepatnya di sisi kiri dan kanan underpass Casablaca, belum dipastikan penutupannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pristono kembali menegaskan, tidak benar penutupan dilakukan di sepanjang Dr Satrio. Sehingga masyarakat yang mempunyai aktivitas di jalan tersebut diminta tidak khawatir.
Selama penutupan ini, Dinas Pekerjaan Umum telah mempersiapkan 8 jalan alternatif menuju jalan Dr Satrio. Pris memastikan kapasitas 8 jalan alternatif itu sudah sangat siap menampung volume kendaraan.
"Saya rasa sosialiasi sudah cukup baik selama ini, rambu-rambu juga sudah kita pasang. Saya rasa pengalihan ini sudah tertata dengan baik karena sosialisasi sudah lama dan jalan yang kita pilih sebagai jalan alternatif adalah jalan besar, cukup untuk mengakomodir kendaraan," katanya.
Pris berharap tidak ada dampak kemacetan yang berarti akibat penutupan jalan sementara ini. Namun begitu untuk hari pertama, Dinas Perhubungan akan mengerahkan personelnya untuk membantu mengatur lalu lintas bagi warga masih kebingungan.
"Saya kira antispasi macet gak akan ada ya, karena masyarakat sudah mempersiapkan jalannya dari awal dengan jalan-jalan alternatif yang telah kita siapkan. Namun begitu kita tetap akan kerahkan personel sekitar 50-an, di titik-titik jalan alternatif," tandasnya.
(lia/lrn)











































