Sekuriti Masjid At-Ta'awwun, Edi Irawan (33) yang perlahan-lahan mengungkap tabir misteri identitas Lian yang saat itu mengaku bernama Maryam. Pikiran Lian, sulit mengembalikan ingatan dirinya ke awal sebelum ditemukan.
"Saya tanya ke dia, apa kamu berseragam sekolah?," kata Edi kepada detikcom di Puncak, Bogor, Senin (11/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu dia jawab iya," kata Edi.
Edi kemudian membantu mengingatkan Lian. Edi lalu bertanya, seperti apa seragam yang dia kenakan saat bekerja.
"Bajunya biru-biru dan di ruang kerja itu, banyak komputer," kata Edi menirukan Lian.
Namun, Lian tidak mengingat di mana dirinya bekerja. Lian juga tidak mampu mengingat siapa teman-teman sekantornya.
"Nggak tahu, nggak tahu," jawab Lian berulang-ulang kepada Edi.
Belakangan, diketahui jika Lian bekerja di Bagian Tata Usaha, Kementrian Perhubungan di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Hal itu terungkap ketika keluarga Lian datang menjemput ke masjid tersebut pada Minggu (10/4) dini hari.
Saat ditemukan, Lian sudah bercadar dan mengenakan gamis berwarna hitam dan mengaku bernama Maryam. Saat bertemu keluarganya, Lian tidak mengingat satu persatu anggota keluarganya itu.
(mei/lrn)











































