"Setelah bertemu Dr. Danny Hilman dan teman-teman ahli gempa plus tsunami serta para pelaku kebudayaan, kami mengajak institusi-institusi pemerintah untuk mengkaji kemungkinan melepaskan satwa satwa seperti gajah di sekitar Kota Padang, sebagai alat peringatan dini yang alami," kata Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Basroni Kiran, seperti rilis yang dikeluarkan Staf Khusus Presiden Bidang Sosial dan Bencana, Senin (11/04/2011).
Menurut Basroni, keberadaan natural early warning system ini dapat menjadi pelengkap dari berbagai upaya mitigasi bencana yang dilakukan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, seperti membangun shelter mini untuk evakuasi, jalur-jalur evakuasi, peralatan GPS, pemantauan pergerakan batu koral, dan pelatihan bagi anak2 sekolah.โโ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut penelitian para ahli, beberapa hewan lebih peka terhadap kondisi alam yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya. National Geographicย juga melaporkan bahwa banyak spesies yang mampu menyelamatkan diri sebelum terjadinya gempa dan tsunami di Asia tahun 2004. Gajah berlari ke tempat yang lebih tinggi, anjing tidak mau ke luar rumah, dan burung bangau meninggalkan daerah tempatnya berkembang biak.
Pemerintah Korea Utara juga dilaporkan menggunakan gajah untuk mendeteksi potensi bencana, pasca gempa dan tsunami Jepang, beberapa minggu lalu.
"Upaya mitigasi bencana dengan memanfaatkan potensi yang sudah disediakan alam seperti aneka flora & fauna, patut kita galakkan. Cara ini dimungkinkan karena kita masih punya banyak gajah Sumatera, dan juga akan membuat kita lebih siap menghadapi ancaman bencana," tegasnya.
(tw/lrn)











































