"Kala itu bapak bilang, dia baik-baik saja. Tapi mana mungkin, dari suaranya saja ketahuan sekali kalau dia sedang sakit," cerita Rezka saat disambangi di rumahnya, Kompleks Perumahan Griya Kencana II Blok N 20, Ciledug, Tanggerang, Senin (11/4/2011).
Rezka merupakan putra sulung Slamet Jauhari, kapten Kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia di perairan Laut Arab, sejak 16 Maret lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terakhir kita saling telepon pada saat ada sebuah on call di stasiun televisi swasta tanah air. Bapak juga cerita ada 12 anak buahnya yang sudah sakit dan persediaan obat juga sudah habis," ujar pria berumur 28 tahun ini.
Tidak ada firasat buruk yang dirasakan oleh Rezka maupun ibu dan adiknya sebelum kepergian Slamet untuk berlayar. Menurut Rezka, ini adalah pelayaran pertama Slamet di tahun 2011.
"Tidak ada sama sekali yang aneh pada dirinya. Tidak ada pesan apa-apa, bapak biasa saja. Pamit, pergi kemudian pulang, itulah kebiasaan bapak kalau berlayar. Tetapi memang, di tahun 2011 ini, ini merupakan pelayaran pertama bapak. Berangkat dari Desember 2010 sampai sekarang 2011. Kalau jadwalnya, Desember dia berangkat, sementara pulang bulan Mei," ungkap mahasiswa Universitas Mercubuana itu.
Mewakili keluarga besarnya, Rezka mengeluhkan lambannya pemerintah Indonesia menangani insiden yang menimpa ayahnya yang saat ini disandera perompak Somalia di perairan Laut Arab. Sebagai bentuk protes, adik Rezka yang bernama Rezki Judian mengirimkan surat terbuka ke sebuah media online tentang kondisi ayahnya.
"Dia mengirim surat terbuka untuk dibaca Pak SBY ke media online nasional. Tujuannya tentu agar pemerintah juga mau membantu nasib para sandera yang merupakan rakyatnya," beber Rezka.
Dia juga berharap pihak PT Samudera Indonesia menepati janjinya untuk membantu membebaskan para sandera dari tangan para perompak. "Karena waktu tanggal 16 Maret 2011, tiga orang perwakilan perusahaan dari PT Samudera Indonesia menjamin, berapapun permintaan si pembajak, pihak perusahaan akan mampu menangani. Ini sudah sampai bulan April, bagaimana ini?," keluh Rezka.
Seperti diinformasikan sebelumnya, Kapal Sinar Kudus dibajak oleh perompak Somalia di perairan Laut Arab, saat melakukan perjalanan dari Pomalaa, Sulawesi Selatan menuju ke Roterdam, Belanda, tanggal 16 Maret 2011 lalu. Kapal yang diawaki oleh 31 ABK, 20 orang diantaranya Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut bermuatan biji nikel dan seharusnya sudah sampai 34 hari setelah keberangkatan.
(lia/lrn)










































