"Nampaknya mereka sudah merencanakannya cukup lama, mungkin sejak awal kedatangan bersama kami di Washington DC. Hal seperti ini bukan sesuatu yang baru di sini," kata Dino kepada detikcom, Senin (11/4/2011).
Meski merasa kecewa, Dino menolak untuk menyebut nama staf rumah tangga yang pergi begitu saja tanpa pamit secara baik-baik. Dia dan keluarga bahkan merasa dikelabui sebab memang nampaknya tujuan sebenarnya para staf rumah tangga itu bersedia ikut ke Washington DC adalah sebagai batu loncatan mencari kerja dan tinggal di AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah sudah melaporkannya ke kepolisian setempat sebagai kasus orang hilang?
"Belum ada keperluan untuk itu. Mereka kan belum melanggar hukum setempat, hanya meninggalkan majikan tanpa pamit," jawab Dino yang saat dihubungi mengaku sedang membantu istri memasak menu sarapan untuk tiga orang anaknya.
(lh/lrn)











































