Petugas Keamanan Masjid At-Ta'Awwun, Edi Irawan (33) menceritakan kepada detikcom, Senin, (11/4) sore, bagaimana Lian saat ditemukan.
"Waktu itu, dia pakai cadar dan gamis warna hitam," kata Edi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia waktu itu bawa tas kain ukuran 20x20 cm," kata Edi.
Di tas berwarna biru itu, kata Edi, terdapat tulisan 'TY'. Huruf TY itu ditulis dengan bordiran benang warna merah.
"Tulisan TY-nya besar," kata Edi.
"Mungkin itu kode buat yang jemput dia," lanjut Edi.
Edi melanjutkan, saat itu Lian terlihat bengong dan linglung. Edi kemudian bertanya identitas Lian.
"Dia kemudian menyebut namanya Maryam," kata Edi.
Namun, saat itu Lian tidak mengingat alamat rumahnya. Lian hanya menyebutkan jika rumahnya itu dekat dengan gedung-gedung bertingkat.
"Saya mengira dia orang kota nih, orang Jakarta kayanya soalnya ada gedung-gedung tinggi," katanya.
Kepada Edi, Lian menyebut, di rumahnya itu ada perosotan, taman dan dekat pos satpam.
Lian menghilang pada Kamis (7/4) lalu usai makan siang di kantin Kementerian Perhubungan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Sebelum kembali ke kantornya, Lian pamit ke teman kantor untuk menemui seseorang di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
(mei/lrn)











































