"Saya mengapresiasi Arifinto yang memutuskan mundur sebagai anggota DPR sebagai bentuk akuntabilitas politik," kata praktisi hukum Todung Mulya Lubis di Jakarta, Senin (11/4/2011).
Arifinto, lanjut Todung, sedikit ceroboh dalam posisi sebagai anggota DPR, dan akibat kecerobohannya harus dibayar mahal.
"Kasus ini akan jadi pelajaran buat semua pejabat publik untuk menghormati jabatan publik yang diembannya," imbuhnya.
Rakyat tidak diam saja melihat wakilnya berbuat di luar aturan. Rakyat akan meminta pertanggung jawaban. "Jangan lupa bahwa rakyat akan terus memantau, dan akan menuntut setiap jengkal kesalahan dan kecerobohan. Inilah konsekuensi berdemokrasi," tuturnya.
(ndr/gah)











































