Selentingan itu pertama kali dilansir melalui akun Facebook KBRI Watch Washington pada 25 Maret lalu. Saat itu, mereka menyebut ada tiga staf Dino yang kabur dan tidak diketahui rimbanya.
"Ada selentingan info: 3 chefs (juru masak) di Wisma Dubes RI di Tilden kabur. Kok bisa? Ada apa gerangan?" begitu postingan di Facebook pada 25 Maret lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang pasti ada gula yang lebih manis di tempat lain," begitu komentar Dutamardin Umar yang diupload beberapa jam setelah status itu ditulis. Namun sepertinya KBRI Watch
Washington berpendapat lain.
"Bisa jadi begitu alasannya. Tapi tidak menutup kemungkinan mereka merasa diperlakukan tidak adil dan ini yang perlu dicari tahu," timpalnya. Bahkan KBRI Watch Washington berniat mengirim surat ke kedutaan untuk meminta klarifikasi soal ini.
Hingga Senin (11/4/2011) postingan senada muncul lagi. Kali ini, KBRI Watch Washington menyebutkan, jumlah staf yang kabur bertambah satu orang. Berarti, jumlah keseluruhan ada empat orang yang angkat kaki.
"Hari ini kami mendapat kabar, satu orang staf RT di Wisma Dubes RI di Tilden "kabur" lagi. Ini berarti staf ke-4 yang kabur dari seluruhnya 8 staf RT yang dibawa Dubes Dino
dari Indonesia," demikian ditulis KBRI Watch Washington DC sekitar tujuh jam yang lalu.
Kali ini, pihak KBRI Watch Washington mengaku telah mengirimkan surat ke kedutaan. Namun apa tanggapan dari surat yang dikirimkan itu? Belum ada informasinya. "Untuk itu KBRI Watch Washington DC telah mengirimkan surat minta penjelasan soal hal ini, dan beberapa soal lain terkait transparansi anggaran. Terimakasih!".
Dubes RI untuk Amerika Serikat Dino Patidjalal belum menjawab pesan singkat yang dikirimkan detikcom yang menanyakan hal ini. Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene tidak mengangkat telepon atau membalas pesan singkat yang dikirim detikcom kepadanya.
(ken/ndr)










































