Lian 'Dicekoki' Kopi dan Minta Diantar ke Tempat Banyak Orang Bercadar

Lian 'Dicekoki' Kopi dan Minta Diantar ke Tempat Banyak Orang Bercadar

- detikNews
Senin, 11 Apr 2011 17:45 WIB
Lian Dicekoki Kopi dan Minta Diantar ke Tempat Banyak Orang Bercadar
Puncak - Ketika ditemukan dalam kondisi linglung di Masjid Masjid Atta'awun, Puncak, Bogor, Lian Febriani mengaku sedang menunggu dijemput temannya. Namun CPNS di Kementerian Perhubungan itu tidak tahu siapa yang akan menjemput dirinya dan minta diantar pulang.

"Saya tanya sedang apa di sini, dijawab 'saya mau pulang' lalu menangis. Saya tanya pulangnya ke mana, dia tidak tahu mau ke mana," kisah petugas keamanan Masjid Masjid Atta'awun, Edi Irawan, Senin (11/4/2011).

Kepada repoter detikcom yang menemuinya di masjid yang sering jadi tempat istirahat para wisawatan ini, Edi memaparkan pertemuannya dengan Lian Febriani pada Jumat (8/4/2011) sore. Kondisi Lian yang kebingungan dilaporkan oleh petugas keamanan bernama Endang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah tanya jawab pendek di taman masjid, Edi dan Endang lantas mengajak Lian ke pos untuk diminta keterangannya lebih lanjut. Tetapi lagi-lagi, Lian lebih banyak menjawab pertanyaan dengan menangis karena sama sekali tidak ingat identitasnya.

Namun untungnya Lian yang memperkenalkan diri sebagai Maryam itu masih mengingat bagaimana dirinya sampai bisa 'terdampar' di Masjid Atta'awun. Kisahnya dimulai dengan perjalanan kereta api bersama seorang wanita bercadar, sepanjang jalan Lian tertidur dan setiap kali terbangun disuguhi kopi hingga muntah-muntah.

"Katanya kalau sudah muntah itu bagus, artinya dosanya hilang," ujar Edi mengutip  Lian.

Masih mengutip Lian, menurut Edi, perjalanan kereta api berakhir di sebuah tempat pengajian yang seluruh pesertanya adalah wanita bercadar dan pria berjenggot lebat. Lian mengaku tidak tahu di mana lokasi pengajian dan apa saja materi yang disampaikan dalam pengajian.

Lalu bagaimana Lian bisa sampai berada di Masjid Atta'awun?

"Katanya dia titipkan Ummi Aisyah ke sopir angkot, katanya mau dijemput di sini tapi sampai lama kok nggak dijemput. Dia lalu minta diantar ke tempat banyak orang pakai cadar, tapi tidak tahu di mana," jawab Edi mengutip jawaban Lian.

Usai tanya jawab, Lian melanjutkan membaca buku-buku yang dibawanya. Menurut Edi, tiap kali Lian berhenti membaca buku selalu tampak linglung dan tak bisa menanggapi pertanyaan.


(lh/nrl)


Berita Terkait