"Saya imbau kepada masyarakat, nggak usah percaya, lah. Ngapain percaya gitu-gitu. Lebih bagus, sinau (belajar) saja," kata Nuh usai rapat tentang Komite Pendidikan di Kantor Wapres, Jl Medan Merdekaย Selatan, Jakarta Pusat, senin (11/4/2011).
Hadir dalam rapat tersebut yang dipimpin Wapres Boediono itu antara lain Menko Kesra, Mendagri, Mendiknas, Menag, Menpan & Reformasi Birokrasi, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Wamenkeu, Sesmenpora, Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri, dan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang bilang, UN bocor 80 persen. Kalau 80 persen bukan bocor lagi, tapi nggowos itu, jebol," kata Nuh sambil tertawa.
Nuh menjamin tidak akan ada soal UN yang bocor sebelum diujikan. Kemendiknas sudah bekerjasama dengan berbagai pihak terutama Kepolisian untuk mengawal soal UN mulai dari proses percetakan hingga pada hari digelarnya UN.
Menurutnya, ada tiga titik rawan terjadinya kebocoran soal UN, yaitu di percetakan, distribusi dari percetakan ke rayon, dan dari rayon ke sekolah. Tiga lini tersebut akan dijaga ketat, sehingga kebocoran soal bisa dihindari.
"Artinya perlu perhatian khusus, yaitu di percetakan, terus distribusi dari percetakan ke rayon yang ada di daerah, jangan sampai nanti seperti tangki, dia berangkat dari Pertamina pusat ke daerah lalu kencing di tengah jalan, itu tidak boleh, harus kita kawal terus sampai di rayon, di rayon kita awasi. Dari rayon, terus sampai ke sekolah saat hari H-nya. Itu semua kita kawal," katanya.
(irw/ndr)











































