PT Samudera Indonesia Kerja Keras Pulangkan ABK dari Somalia

PT Samudera Indonesia Kerja Keras Pulangkan ABK dari Somalia

- detikNews
Senin, 11 Apr 2011 17:05 WIB
Jakarta - Pembajak di perairan Somalia telah 27 hari menawan 20 anak buah kapal (ABK) Sinar Kudus. PT Samudera Indonesia Tbk selaku pemilik kapal memastikan akan bekerja keras untuk memulangkan awak kapalnya ke Tanah Air.

"Kami akan kerja tanpa henti sampai bisa memulangkan awak kapal agar bisa berkumpul dengan selamat bersama keluarga. Sejak hari pertama telah berkoordinasi dengan pihak berwenang yang terkait, dengan melakukan segala upaya yang dimungkinkan untuk menolong," ujar Wakil Direktur Utama PT Samudera Indonesia, David Batubara, di kantornya, Hotel Menara Peninsula, Jl S Parman, Jakarta, Senin (11/4/2011).

Dia menuturkan, sejak 2007 kasus pembajakan marak di perairan Somalia. Sejak 2007 terjadi lebih dari 200 kasus pembajakan di sana. Namun selama ini tidak pernah terdokumentasikan para pembajak menyakiti awak kapal, kecuali bila ada perlawanan dari awak kapal.

"Di hampir semua kasus, pembajak menyediakan suplai makanan, karena punya kepentingan menjaga awak kapal tersebut," sambung David.

Menurutnya, tidak lama setelah menerima informasi pembajakan, pihaknya membentuk tim manajemen krisis. Tim tersebut aktif bekerja 24 jam sejak 16 Maret dan memiliki tanggung jawab menyelesaikan masalah pembajakan ini dengan sukses.

David menambahkan, Samudera Indonesia senantiasa melakukan hubungan secara berkala dengan awak kapal Sinar Kudus. Ada hal-hal yanhg mengalami kemajuan, namun David enggan membeberkannya kepada publik.

"Ini ditentukan oleh para pembajak. Komunikasi di kapal berada dalam kontrol penuh pembajak, sehingga negosiasi akan memakan waktu. Kami tidak dapat ungkapkan apa yang diminta pembajak, karena terus menerus berubah dan terkait dana yang besar," ucapnya.

David menyatakan, pemerintah juga telah mengupayakan yang terbaik untuk membantu membebaskan Sinar Kudus. Namun dia tidak membeberkan apa yang akan dilakukan pemerintah ke depannya, karena bukan dalam posisi sebagai penyampai rencana pemerintah. Namun dia memastikan, segala tindakan pemerintah akan ditempuh dengan pertimbangan jiwa awak kapal.

David menuturkan, Samudera Indonesia juga telah mengambil langkah negosiasi dengan pembajak. "Keselamatan awak menjadi prioritas," sambungnya.

David berharap awak kapal Sinar Kudus tetap tegar dan sabar hingga waktu pembebasan. Sebab Samudera Indonesia akan terus berupaya dengan semua daya yang dimiliki dan terus berdoa agar pembebasan segera tercapai.

"Kami tidak bisa pastikan berapa lama untuk selesaikan ini. Para pembajaklah yang pegang kendali waktu untuk selesaikan masalah ini. Kami upayakan segala daya yang kami miliki, akan bawa pulang kembali 20 ABK kami," janji David.

Kapal Sinar Kudus dibajak oleh perompak Somalia di perairan Laut Arab, saat melakukan perjalanan dari Pomalaa, Sulawesi Selatan menuju ke Rotterdam, Belanda, tangga 16 Maret 2011 lalu. Kapal yang diawaki oleh 31 ABK, 20 orang di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut bermuatan biji nikel dan seharusnya sudah sampai 34 hari setelah keberangkatan. Dari nilai tebusan awal yang diminta sebesar US$ 2,3 juta, dalam perkembangannya perompak menaikkan nilai tebusan menjadi US$ 2,4 juta atau Rp 24 miliar lalu meningkat jadi Rp 77 miliar.

Keluarga ABK mengaku sangat cemas lantaran bekal minuman tinggal untuk seminggu. Sementara logistik juga sangat minim. Pemerintah Indonesia sudah "berkoordinasi" dengan organisasi penanganan perompak di wilayah perairan tersebut.

(vit/nrl)


Berita Terkait