"Setiap hari kami siap. Kapan saya Panglima perintahkan, pasti kami dukung," kata Danjen Kopassus, Mayjend Lodewijk F. Paulus, Senin (11/4/2011).
Kepada wartawan yang mencegatnya usai seminar HAM di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Lodewijk menegaskan sudah menjadi tugasnya memastikan pasukan Kopassus siap menjalankan tugas kapan saja dan di mana saja. Termasuk untuk misi pembebasan ABK Sinar Kudus yang disandera perompak Somalia sejak 16 Maret.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sayang, meskipun Kopassus siap diterjunkan, tapi pemerintah Indonesia hingga kini tidak berencana untuk mengirim pasukan militer untuk membebaskan sandera.
Kapal kargo Sinar Kudus dibajak perompak Somalia di perairan Laut Arab, sejak 16 Maret 2011. Kapal yang diawaki 31 orang ABK yang 20 di antaranya adalah WNI itu sedang dalam perjalanan membawa biji nikel dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara, menuju ke Rotterdam, Belanda.
Perompak meminta tebusan bagi para sandera yang nilainya Rp 77 miliar. Pemerintah Indonesia sudah "berkoordinasi" dengan organisasi penanganan perompak di wilayah perairan tersebut.
Keluarga ABK mengaku sangat cemas lantaran bekal minuman tinggal untuk seminggu.
Sementara logistik juga sangat minim. Mereka siap ke Jakarta untuk mendatangi Kementerian Luar Negeri dan Presiden SBY segera bertindak membebaskan kapal Sinar Kudus milik PT Samudera Indonesia Tbk.
(lh/nrl)











































