"Dengan mundur yang bersangkutan tetap mendapat hak pensiun serta hak lainnya. Tetapi kalau diberhentikan oleh BK maka akan kehilangan hak pensiun dan hak lainnya, serta menyelamatkan muka partai," ujar Wakil Ketua BK DPR, Nudirman Munir, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2011).
Nudirman menuturkan, Arifinto dalam posisi sulit. Jika BK melanjutnya penyelidikan tentu akan sulit berkilah tidak sengaja menonton video porno di tengah rapat paripurna. Dengan mundur maka Arifinto lepas dari kejaran Badan Kehormatan DPR.
"Memang sebaiknya yang bersangkutan mundur, karena sulitย berkelit adanya unsur kesengajaan. Hampir seluruh pakar telematika mengatakan jelas ada unsur kesengajaan," tutur Nudirman.
Arifinto baru saja mengumumkan rencana pengunduran dirinya sebagai anggota DPR. Langkah ini diambil menyangkut kritik keras publik akibat tindakan Arifinto menonton video porno di tengah rapat paripurna DPR.
Arifinto kepergok melihat tayangan porno saat sidang paripurna tentang pengesahan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dan pidato penutupan masa sidang III tahun sidang 2010-2011. Dalam jumpa pers Jumat (8/4) kemarin di DPR, Arifin mengaku jika ia membuka e-mail miliknya karena jenuh mengikuti rapat paripurna.
Arifin mengatakan, ia sudah biasa membuka e-mail saat rapat di DPR. Karena dengan membuka e-mail, bisa membantu pekerjaannya. "Saya rasa, kan saya biasa buka e-mail pada waktu rapat, membantu pekerjaan tidak ada masalah," katanya.
Sementara, beredar sejumlah foto bahwa Arifinto membuka folder yang berisi video porno itu, alias video itu bukan dari e-mail seperti pengakuan Arifinto. Meski demikian, Arifinto tetap bersikeras bahwa konten mesum itu berasal dari kiriman e-mail, yang buru-buru dihapusnya setelah tahu isinya tidak senonoh.
(van/ndr)











































