"Karena dia sampai bisa lupa nama, itu berarti agak dalam," kata hipnoterapis Mardigu W Prasetyo dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (11/4/2011). Keilmuan Mardigu sering dimanfaatkan polisi untuk "menginterogasi" tersangka terorisme.
Menurut Mardigu, penyembuhan Lian kembali ke kondisi semula pun agak lama. Memang tidak semua orang bisa dicuci otak secara dalam seperti Lian. Orang-orang yang bisa dicuci otak agak dalam yakni orang-orang yang mempunyai kemampuan fokus lebih baik dari orang lain.
"Nah Lian ini sepertinya begitu. Jadi seperti hiperfokus. Biasanya orang yang (sering memakai) otak kanan. Cuma 1-2 orang yang seperti ini," ungkapnya.
Lian hilang usai makan siang pada Kamis (7/4) lalu. CPNS Kemenhub ini lantas ditemukan di Masjid Ata'awwun Puncak, Bogor, pada Sabtu (8/4) dan dijemput keluarganya pada Minggu (10/4) subuh. Lian berubah penampilan dengan mengenakan cadar dan mengaku bernama Maryam. Dia juga linglung, diduga karena dicuci otak oleh seseorang.
Mardigu menerima 11 pasien seperti Lian dalam waktu 6 bulan. Dia menuturkan, setelah dicuci otak, korban lalu disuruh berinfak untuk tujuan organisasi tertentu.
(gus/nrl)











































