Teknik Cuci Otak ke Lian, Cara Lama Penyebaran Ideologi

Teknik Cuci Otak ke Lian, Cara Lama Penyebaran Ideologi

- detikNews
Senin, 11 Apr 2011 12:09 WIB
Teknik Cuci Otak ke Lian, Cara Lama Penyebaran Ideologi
Jakarta - Teknik cuci otak seperti yang menimpa Lian Febriani (26) bisa dilakukan oleh siapa pun karena mudah dipelajari. Teknik cuci otak seperti inilah dinilai cara mudah untuk menyebarkan ideologi seseorang.

"Ini cara lama. Ini teknik dasar penyebaran ideologi. Cuma kali ini entry point-nya saja yang berbeda. Banyak orang yang belajar teknik seperti ini," kata hipnoterapis Mardigu W Prasetyo dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (11/4/2011). Keilmuan Mardigu sering dimanfaatkan polisi untuk "menginterogasi" tersangka terorisme.

Mardigu menjelaskan teknik cuci otak ke Lian yakni dengan memberikan minimal 10 fakta dan 1 ide. Seorang target atau sasaran cuci otak akan diberi minimal 10 fakta apa pun di sekelilingnya. Si korban tentu akan membenarkan fakta-fakta yang diberikan orang tersebut. Setelah itu, pencuci otak akan memberikan idenya. Ide ini nantinya tidak akan bisa ditolak oleh korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi otak manusia itu akan hang jika dicekoki dengan banyak hal. Misalnya saya bilang ini hari Senin, dijawab ya. Terus berlanjut fakta lainnya. Sampai akhirnya saya bilang nanti malam nonton yuk. Orang itu tidak akan menolaknya," jelasnya.

Menurut Mardigu, teknik cuci otak ini memang sejak dulu digunakan untuk menyebarkan ideologi. Teknik ini disebut Mardigu pernah digunakan oleh gerakan NII (Negara Islam Indonesia).

Prosesnya dengan 3 cara yakni beriman, berhijrah, dan berjihad. Proses beriman yakni saat korban diberikan fakta-fakta tersebut dan membenarkan semua fakta-fakta itu. Kemudian pencuci otak itu akan mengatakan kepada korbannya jika sudah beriman, maka harus berhijrah untuk meninggalkan masa lalu dan menjadi orang baru. Setelah itu baru berinfak untuk berjihad.

"Ini NII. Kalau Darul Islam dan JAT tidak seperti ini caranya. Tujuannya kan bukan loyalitas tapi berinfak. Kalau lu sudah beriman, maka harus berhijrah. Selama hijrah itulah dicuci otak. Kemudian untuk berjihad dia harus berinfak," jelasnya.

Karena itu, orang-orang yang menjadi incaran si pelaku adalah orang-orang yang dinilai berduit dan mau menerima fakta-fakta yang diberikan. "Dia nggak mungkin ngejar yang tukang becak. Tujuannya mengumpulkan dana," ungkapnya.

Sementara, eks anggota NII, Al Chaidar, menduga pencuci otak Lian adalah KW9 NII, yang merupakan 'lawan' dari NII asli, bentukan pemerintah di zaman Orba. Tujuannya adalah menggembosi NII.


(gus/nrl)


Berita Terkait