"Mudah-mudahan minggu depan Lian sudah bekerja lagi," kata adik ipar Lian, Agus, di kediaman orangtua Lian, di Jalan Kran 5, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/4/2011).
Menurut Agus, Lian harus banyak istirahat karena masih agak shock. "Pengobatannya istirahat saja. Dia kalau tidur sama anaknya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teman-teman Lian di Kemenhub juga telah menjenguk. "Tetapi kalau mau wawancara Mbak Lian jangan sekarang. Nanti saya kabari kalau sudah bisa diwawancara," kata Agus.
Lian Febriani, CPNS di Bagian Tata Usaha, Direktorat Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan hilang sejak Kamis (7/4) lalu. Sebelum hilang, Lian dan teman sekantornya sempat makan siang di kantin Kementerian Informasi dan Komunikasi.
Usai makan siang, Lian mengatakan kepada temannya ia akan menemui seseorang di Jl Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun hingga jam pulang kantor Lian tidak pernah kembali ke kantornya.
Sejak menghilang, Lian juga tidak pernah menghubungi keluarga maupun rekan sekantornya. Saat ditemukan, ada yang aneh dari kondisi psikologis ibu satu anak tersebut. Dia tak mengenal lagi keluarganya. Termasuk dirinya sendiri.
Penampilan Lian juga berubah. Dia menjadi memakai cadar dan membawa dua buku bertema jihad. Lian juga mengaku ingin berjihad. Dia ditemukan di Masjid Ata'awwun, Puncak, Bogor pada hari Sabtu (9/4) dan dijemput keluarganya hari Minggu (10/4) subuh.
(aan/nrl)











































