Lian Jalani Rukiyah, Sudah Main dengan Anak & Ngobrol

Lian Jalani Rukiyah, Sudah Main dengan Anak & Ngobrol

- detikNews
Senin, 11 Apr 2011 10:51 WIB
Lian Jalani Rukiyah, Sudah Main dengan Anak & Ngobrol
Jakarta - Lian Febriani (26) yang dicuci otak setelah hilang 4 hari ini telah dibawa oleh keluarga menjalani rukiyah. Pegawai Kemenhub ini sudah bisa bermain dengan putrinya dan berbincang-bincang bersama keluarga.

Adik Lian, Novi, mengaku sang kakak sudah kembali ke rumah sejak Minggu 10 April pukul 09.00 WIB.

"Setelah itu dibawa ke rukiyah," kata Novi di kediaman orangtua Lian, di Jalan Kran 5, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/4/2011). Rumah orangtua Lian berlantai 2 dan bercat warna oranye.

Novi mengatakan, Lian sedang tidur. "Sudah agak baikan, sudah bisa bermain sama anaknya. Dia sudah mulai berbincang-bincang," ujar Novi yang mengenakan daster warna putih ini.

Ketika sejumlah wartawan ingin meminta keterangan Lian, Novi menjawab ingin minta izin dulu kepada suami Lian, Teguh. "Soalnya kalau banyak orang, dia gelagepan," kata Novi sambil masuk ke dalam rumah.

Ibunda Lian, Leni Latifah, sebelumnya mengaku Lian tidak berada di rumah. "Dia ada di Rawamangun di rumah keluarga," kata Leni.

Lian Febriani, PNS di Bagian Tata Usaha, Direktorat Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan hilang sejak Kamis (7/4) lalu. Sebelum hilang, Lian dan teman sekantornya sempat makan siang di kantin Kementerian Informasi dan Komunikasi.

Usai makan siang, Lian mengatakan kepada temannya ia akan menemui seseorang di Jl Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun hingga jam pulang kantor Lian tidak pernah kembali ke kantornya.

Sejak menghilang, Lian juga tidak pernah menghubungi keluarga maupun rekan sekantornya. Saat ditemukan, ada yang aneh dari kondisi psikologis ibu satu anak tersebut. Dia tak mengenal lagi keluarganya. Termasuk dirinya sendiri.

Penampilan Lian juga berubah. Dia menjadi memakai cadar dan membawa dua buku bertema jihad. Lian juga mengaku ingin berjihad. Dia ditemukan di Masjid Ata'awwun, Puncak, Bogor pada hari Sabtu (9/4) dan dijemput keluarganya hari Minggu (10/4) subuh.

(aan/nrl)


Berita Terkait